728x90 AdSpace

Headline

Dahulunya Singapura Merupakan Wilayah Barteran Bengkulu

Perjanjian London yang dikenal dengan sebutan Traktaat London diselenggarakan pada 17 Maret 1824 merupakan peristiwa bersejarah dimana perjanjian tersebut berisikan pertukaran daerah koloni antara Inggris dan Belanda, yakni Bengkulu diserahkan kepada Belanda oleh Inggris dan Belanda menyerahkan Singapura kepada Inggris.

British East India Company   (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada diwilayah Bencoolen /Coolen yang berasal dari bahasa inggris "Cut Land" yang berarti tanah patah wilayah ini yang merupakan wilayah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian mendirikan gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi   Kota Bengkulu . Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley mencari wilayah pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, sehingga EIC dilarang berdagang di sana. Oleh karena itu terbentuklah Traktat (Perjanjian London) dengan Kerajaan Selebar pada tanggal   12 Juli 1685  yang mengizinkan Inggris untuk mendirikan   benteng   dan berbagai gedung perdagangan serta benteng yang didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Pada 1713 EIC mendirikan benteng   Marlborough  dan selesai pada 1719 yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi ditambah lagi adanya pemberontakan rakyatnya akhirnya terbentuklah Perjanjian London atau Traktaat London antara Inggris dan Belanda.

Sejak dilaksanakannya   Perjanjian London   pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke   Belanda , dengan imbalan   Malaka   sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura   dan   Pulau Belitung ).  Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari   Hindia Belanda.

Dengan penemuan deposit   emas   di daerah   Rejang Lebong   pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan, termasuk  Sukarno, dan di masa inilah Sukarno berkenalan dengan   Fatmawati   yang kelak menjadi isterinya.

Asal Usul Kata Bengkulu
Bengkulu dalam bahasa Belanda disebut Benkoelen atau Bengkulen, dalam bahasa Inggris disebut Bencoolen, sementara dalam bahasa melayu disebut Bangkahulu. Ada banyak cerita tentang asal usul dan nama Bengkulu, ada yang menyebutkan bahwa nama Bengkulu berasal dari bahasa Melayu dan kata bang yang berarti “pesisir” dan kulon yang berarti “barat”, kemudian terjadi pergeseran pengucapan bang berubah menjadi beng dan kulon menjadi kulu. Sementara sumber lain menyatakan Nama “Bencoolen” diperkirakan diambil dari sebuah nama bukit di Cullen, Skotlandia, Bm of Cullen (atau variasmya, Ben Cullen). Penamaan ini kurang berdasar karena bukanlah tabiat bangsa Melayu untuk menamakan daerahnya dengan nama daerah yang tidak dikenal, apalagi asal nama itu dari Skotlandia yang jauh disana.

Sumber tradisional menyebutkan bahwa Bengkulu atau Bangkahulu berasal dan kata  Bangkai dan Hulu yang maksudnya bangkai di hulu. Konon menurut cerita, dulu pernah terjadi perang antara kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Bengkulu dan dari pertempuran itu banyak menimbulkan korban dari kedua belah pihak di hulu sungai Bengkulu. Korban-korban perang inilah yang menjadi bangkai tak terkuburkan di hulu sungai tersebut maka tersohorlah sebutan Bangkaihulu yang lama-kelamaan berubah pengucapan menjadi Bangkahulu atau Bengkulu.

Dari sekian banyak cerita tentang asal usul nama Bengkulu ada satu cerita yang lebih banyak dikenal di masyarakat Bengkulu yaitu diambil dari kisah perang melawan orang Aceh yang datang hendak melamar Putri Gading Cempaka, yaitu anak Ratu Agung Sungai Serut. Akan tetapi lamaran tersebut ditolak sehingga menimbulkan perang. Anak Dalam saudara kandung Putri Gading Cempaka yang menggantikan Ratu Agung sebagai Raja Sungai Serut berteriak “Empang ka hulu” yang berarti hadang mereka dan jangan biarkan mereka menginjakkan kakinya ke tanah kita. Dari kata-kata tersebut maka lahirlah kata Bangkahulu atau Bengkulu.

Jika anda tertarik dengan artikel ini, berikan Like website ini.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Dahulunya Singapura Merupakan Wilayah Barteran Bengkulu Rating: 5 Reviewed By: Ady Irawady